Selamat Datang!!!! Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Posting

Kriteria Benih Unggul untuk Budidaya

Nah, sebelum kita melangkah ke pemilihan benih untuk budidaya. Alangkah lebih baik jika kita mengetahui definisi dari budidaya itu sendiri atau disebut juga Akuakultur. Apa sih pengertian Akuakultur itu ? Akuakultur adalah rekayasa manusia dengan menambahkan input dan energi untuk meningkatkan produksi oganisme akuatik yang bermanfaat dengan memanipulasi tingkat pertumbuhan, mortalitas (kematian), dan reproduksinya. Sebenarnya Akukultur sudah dikenal sejak kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Namun, baru disadari pentingnya akhir-akhir ini. Beberapa alasan yang menyebabkan perkembangan Akuakultur tidak sepesat perkembangan pertanian, antara lain karena :
  1. Keberadaan atau kandungan makanan dalam danau, sungai, dan laut sangat meilmpah sehingga dianggap tidak penting untuk mempelajari budidaya.
  2. Persaingan penggunaan tanah dan air (dalam hal ini berkaitan dengan lingkungan bisnis).
  3. Administrasi dan peraturan struktur yang menciptakan kendala daripada menukung perkembangan akuakultur lebih lanjut (misalnya regulasi dari akses ke sumber daya lingkungan)
pemilihan benih unggul ikan

Pemilihan spesies untuk budidaya (kultivan) dan sistem budidaya yang akan dilakukan tergantung pada tujuan budidayanya. Apakah untuk konsumsi lokal atau eksport, olahraga (pemancingan), umpan hidup, restocking perairan umum, daur uang dan sebagainya. Menentukan jenis atau spesies yang akan dipelihara dan sistem budidaya yang akan diterapkan harus berdasarkan pada pendugaan tentang kebutuhan nasional akan produk budidaya.

Biota budidaya atau kultivan dapat digolongkan menjadi 4 (empat) kelompok, yaitu :
  1. Ikan (Finfish).
  2. Udang-udangan (Crustaceae).
  3. Kekerangan (Molusca).
  4. Rumput Laut

Kesuksesan dalam budidaya mempunyai beberapa faktor penentu, salah satu yang terpenting adalah pemilihan induk dan benih. Bibit dan induk kultivan  yang baik akan menghasilkan benih yang berkualitas dan memberikan nilai tambah ekonomi yang memuaskan. Nah, dalam pemilihan benih harus dapat memenuhi kriteria sebagai berikut :

Kriteria Biologi
  1. Cepat pertumbuhannya
  2. Tahan thd perubahan lingkungan
  3. Tahan thdp penyakit
Kriteria Teknis
  1. Dapat/mudah dipijahkan
  2. Mudah dibudidayakan
Kriteria  Ekonomis
  1. Termasuk nilai bernilai ekonomis penting
  2. Disukai masyarakat

Pada dasarnya untuk kegiatan budidaya, benih dari kultivan dapat diambil secara langsung dari alam maupun dibeli langsung dari panti pembenihan (Hatchery). Antara benih atau induk dari alam dengan benih atau induk dari panti pembenihan terdapat beberapa perbedaan. Nah, meskipun terkadang perbedaan antar keduanya tidak terlalu mencolok. Namun, hal tersebut tentunya dapat berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem baik alam maupun kolam, dan berpengaruh terhadap hasil keuntungan yang akan diperoleh. Perbedaan keduanya meliputi :

Benih Dari Alam
  1. Ketersediaan tergantung pada spawning season/ground & nursery ground
  2. Harga fluktuatif
  3. Ukuran tidak homogen
  4. Kualitas induk tdk diketahui
  5. Tercampur dengan spesies lain
  6. Dapat mengakibatkan over fishing
  7. Tahan terhadap perubahan lingkungan

Benih Dari Hatchery
  1. Tersedia setiap saat & dapat direkayasa
  2. Harga stabil
  3. Ukuran homogen
  4. Kualitas induk diketahui
  5. Tidak tercampur dengan spesies lain
  6. Tidak mengakibatkan over fishing
  7. Tidak tahan thdp perubahan lingkungan

Ciri-ciri benih kultivan yang baik :
  1. Mampu memproduksi benih
  2. Pertumbuhannya sangat cepat.
  3. Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
  4. Resisten terhadap serangan hama.
  5. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan.


Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Kriteria Benih Unggul untuk Budidaya "

  1. wah cocok nih buat yang ingin budidaya ikan (khususnya),lebih bagus lagi kalau yang daerah nya kawasan air ya.

    ReplyDelete

Komentar tidak boleh mengandung unsur :
1. Penghinaan atau pelecehan
2. Spamming
3. Link aktif atau sejenisnya
Terimakasih