Selamat Datang!!!! Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Setelah Membaca Posting

Alat Tangkap Bubu

Definisi Alat Tangkap Bubu  

Pengertian Alat Tangkap Bubu - Bubu merupakan alat tangkap yang cukup dikenal di kalangan nelayan, alat tangkap ini berupa jebakan dan bersifat pasif dan tergolong sebagai alat tangkap jenis traps (perangkap). Alat ini berbentuk seperti kurungan, sehingga ikan yang sudah masuk tidak akan bisa keluar. Bagian-bagian dari bubu sendiri terdiri dari rangka, badan, pintu masuk, pintu untuk mengambil hasil tangkapan dan kantung umpan. Prinsip dasar dari bubu yaitu menarik perhatian ikan target dengan menggunakan umpan agar target dapat masuk kedalam perangkap/bubu. Bubu ditujukan untuk menangkap kepiting, udang, keong, dan ikan dasar di perairan yang tidak begitu dalam.
bubu kotak


Klasifikasi Bubu Berdasarkan Cara Operasi
  1. Bubu Dasar (stationary fish pots). Bubu dasar merupakan jenis bubu yang daerah operasionalnya berada di dasar perairan. Ukuran bubu disesuaikan dengan kebutuhan nelayan. Bubu kecil berukuran panjang 1m, lebar 50-75 cm, tinggi 25-30cm. Untuk bubu berukuran besar mencapai 3.5m, lebar 2m, dan tinggi 75-100cm. Bubu dasar biasanya dioperasikan di perairan karang atau diantara karang-karang atau bebatuan. Hasil tangkapan dari bubu dasar yaitu udang, kepiting, rajungan, dan beberapa ikan dasar perairan seperti: Ikan Baronang (siganus sp), Ikan Kerapu (epinephelus sp), Ikan Kakap (lutjanus sp), dll
  2. Bubu Apung (floating fish pots). Bubu apung merupakan jenis bubu yang pengoperasiannya dalam keadaan diapungkan. Bentuk bubu apung yaitu silindris, dapat juga menyerupai kurungan atau kantong yang disebut sero gantung. Bubu apung dilengkapi dengan pelampung dari bamboo atau rakit yang penggunaannya diletakkan diatas alat tangkap ini. Dalam pengoperasiannya, bubu apung dihubungkan dengan tali yang disesuaikan dengan kedalaman perairan. Hasil tangkapan dari alat tangkap ini yaitu beberapa jenis ikan pelagis seperti: ikan julung-julung, ikan selar, ikan kembung dan masih banyak lagi.
  3. Bubu Hanyut (drifting fish pots). Bubu hanyut merupakan jenis bubu yang pengoperasiannya dalam dengan dihanyutkan. Berbentuk silindris dengan panjang 0.75m, diameter 0.5-0.5m. Hasil tangkapan bubu hanyut adalah ikan torani, dan ikan terbang (flying fish).
Klasifikasi Bubu Berdasarkan Bentuk
  1. Bubu berbentuk kerucut terpotong
  2. Bubu berbentuk pyramid terpotong, silinder
  3. Bubu berbentuk semi silinder
  4. Bubu berbentuk kotak
Klasifikasi Bubu Berdasarkan Sasaran Tangkapan
  1. bubu kepiting
  2. bubu udang
  3. bubu lobster
  4. bubu ikan
  5. bubu cumi-cumi
bubu kubah

Bubu berbentuk kubah lebih mudah pengoperasiannya bila dibandingkan dengan alat tangkap bubu yang lain. Mengapa demikian? Menurut Ir. Zarochman, MSc (2014) bubu berbentuk kubah memiliki keunggulan yaitu:
  1. Stabil waktu penurunan mencapai dasar
  2. Posisi menetap pada dasar
  3. Penarikan lebih ringan
  4. Kerangka lengkung lebih tahan lama
  5. Layak untuk perairan yang semakin dalam
  6. Mudah dibentuk dari bahan kawat
  7. Oleh karena itu, bubu kubah lebih mudah pengoperasiannya
Umpan yang digunakan Alat Tangkap Bubu
Alat tangkap bubu merupakan alat tangkapan yang pengoperasiannya dengan menarik perhatian ikan dengan menggunakan umpan, sehingga ikan yang menjadi target dapat masuk dan terperangkap ke dalam alat tangkap ini. Nah, umpan yang digunakan pada alat tangkap bubu ini meliputi: Ikan segar atau ikan diasinkan. Contoh: ikan rucah, ikan layur, ikan layang, dll. Syarat umpan yang baik yaitu memiliki warna daging cerah/mencolok, ada bau khas, daging tahan lama, dan memiliki warna menarik.

Cara Pengoperasian Alat Tangkap Bubu
Langkah pengoperasian meliputi: setting (penyiapan dan pelepasan alat tangkap), immersing (perendaman alat tangkap) dan hauling (penarikan alat tangkap).
  • Setting dilakukan sekitar 1 jam, tergantung jumlah bubu. Dalam hal ini, dimulai dari pemberian umpan, kemudian perahu diberangkatkan menuju fishing ground (daerah penangkapan) sambil mengamati kondisi perairan. Kemudian dilanjutkan pemasangan alat tangkap.
  • Immersing atau lama perendaman alat tangkap bisa dilakukan hanya dalam beberapa jam, dapat juga dilakukan satu malam, atau direndam dalam tiga atau empat hari.
  • Hauling sekitar 3 jam. Pengangkatan bubu harus dilakukan secara perlahan-lahan. Hal ini bertujuan agar memberikan kesempatan ikan dalam beradaptasi terhadap perbedaan tekanan air dalam perairan.

pengoperasian bubu

Fishing Ground Bubu: Ayodhyoa (1981)
  • Arus laut tidak terlalu kuat;
  • Dasar perairan terdiri dari lumpur atau pasir, tidak terdapat benda yang dapat menyangkut pada alat tangkap saat dilakukan operasi penangkapan;
  • Dasar perairan datar atau tidak terdapat perbedaan kedalaman perairan yang mencolok.
alat tangkap bubu

Pola Operasi Penangkapan Rajungan dengan Bubu Berangkai (Ir. Zarochman, MSc, 2014)
No Ī£Unit bubu Hari Operasi Jangkauan (jam) Lokasi Sarana apung
1 50 < 1 Sekitar rumput laut (< 1) Luar Jawa Perahu katir
2 100 <1- 1 <4 mil (>1 – 2 jam) Gabungan (4) Perahu L<8m
3 200 1 <1 < 1,5 mil (< 1 jam) Sekitar setnet Perahu L<8m
4 300 1 - < 2 < 4 mil – <6 mil (2-4 jam) Pantura, dll Perahu L<8m
5 600 >1 - < 3 > 4 – 6 mil (<5 jam) Pantura, dll Perahu L=<11m,22 PK
6 >600-<1000 < 3 >6 – >12 mil (< 5 jam) Diluar Jawa Kapal>10 GT

Kebutuhan Modal Investasi dan Modal Kerja Perikanan Bubu
  • Perahu: Rp. 10 Juta/unit
  • Alat tangkap (bubu): terdiri dari 350-450 bubu/unit perahu (Rp. 5 juta)
  • Mesin kapal: 16-24 PK, harga Rp. 4 juta/unit (bekas)
  • Perbekalan: Rp. 250.000/trip (umpan, BBM, makan, rokok).

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Alat Tangkap Bubu"

Post a Comment

Komentar tidak boleh mengandung unsur :
1. Penghinaan atau pelecehan
2. Spamming
3. Link aktif atau sejenisnya
Terimakasih