Alat Penangkap Ikan.

Menjelaskan mengenai definisi, konstruksi, metode pengoperasian, daerah pengoperasian dan hasil tangkapan yang diperoleh dari beberapa jenis alat penangkap ikan.

Morfologi dan Anatomi Organisme Perairan

Menjelaskan mengenai morfologi dan anatomi dari beberapa jenis ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air laut dan organisme lain di perairan.

Kapal Perikanan

Menjelaskan mengenai deskripsi kapal perikanan, alat bantu penangkapan, alat tangkap yang digunakan dan alat keselamatan pada kapal.

Fakta dan Opini Perikanan

Menyajikan beberapa fakta dan opini dalam dunia perikanan dan kelautan yang jarang diketahui.

Kaidah Penulisan

Menjelaskan secara lengkap mengenai cara penulisan laporan ilmiah, cara review jurnal, dsb.

Showing posts with label Limnologi. Show all posts
Showing posts with label Limnologi. Show all posts

Wednesday, 15 June 2016

Pengertian Danau

Definisi Danau - Melihat dari sisi pengertian atau definisi, terdapat banyak sumber yang menjelaskan tentang pengertian dari danau itu sendiri. Nah, apa sih danau itu ?
devinisi danau
gambar danau Toba, keren yaa :)
Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air.
Danau adalah cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi oleh air bisa tawar ataupun asin yang seluruh cekungan tersebut dikelilingi oleh daratan. Kebanyakan danau adalah air tawar dan juga banyak berada di belahan bumi utara pada ketinggian yang lebih atas.
Karakteristik Danau :
  1. Mempunyai permukaan air yang cukup luas sehingga mampu menimbulkan gelombang.
  2. Air cukup dalam sehingga terdapat strata suhu pada kedalaman tersebut. Vegetasi yang mengapung tidak cukup untuk menutupi seluruh permukaan danau.
  3. Air yang menggenangi danau bisa berasal dari mata air, air sungai yang bermuara di danau tersebut dan bisa juga berasal dari air hujan.

Tipe-tipe danau
  1. Danau Glasial. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya erosi dan pengendapan yang diakibatkan oleh aktivitas gletser di lereng-lereng bukit atau pegnungan. Contoh : Danau Stanley di Idabe.
  2. Danau Vulkanik. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanik yaitu letusan gunung berapi yang tergenang air hujan. Contoh : kawah gunung Tangkuban Perahu, Danau Mninjau di Sumatera Barat.
  3. Danau Tektonik. Merupakan danau yang terbentuk akibat gerakan lempeng tektonik. Gerakan lempeng tetonik ini dapat menyebabkan terjadinya patahan sehingga terbentuk lembah (slenk). Contoh : Danau Singkarak
  4. Danau Tekto-Vulkanik. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya kegiatan tektonik yang memacu kegiatan vulkanik sehingga terjadi patahan dan gunung berapi. Contoh : Danau Toba
  5. Danau Karst. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya proses solusi atau pelarutan kapur oleh ir sehingga terbentuk suatu dolina/dolin. Contoh : Danau yang terletak di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.
  6. Danau Laguna. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya kombinasi antara kerja angin dan ombak yang menyebabkan terjadinya tanggul-tanggul pasir di sepanjang pantai dan kemudia membentuk suatu laguna. 
  7. Danau Buatan (Waduk).
  8. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya pembendungan sungai yang dilakukan oleh manusia. Contoh : Waduk Gajah Mungkur, Waduk Kedungombo, dan waduk Saguling.

Golongan danau berdasarkan pola sirkulasi air :
  1. Danau Dimictic. Terjadi sirkulasi bebas selama dua periode musim.
  2. Danau Monomictic. Danau Monomictic dingin. Suhu kurang dari 4 derajat celcius (daerah kutub), sirkulasi musim terjadi pada musim panas. Danau Monomictic panas. Suku lebih dari 4 derajat celcius daerah subtropics), sirkulasi musim terjadi pada musim dingin.
  3. Danau Polymictic. Terjadi sirkulasi secara kontinyu dengan 1 periode stagnasi yang pendek (di ekuator).
  4. Danau Meromictic. Terjadi stratifikasi secara permanen.

Golongan danau berdasarkan jarak dan pencahayaan :
  1. Daerah Litoral. Merupakan daerah yang dangkal dimana cahaya matahari masih dapat menembus dengan optimal. Tumbuhan yang hidup merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan akar. Organisme yang hidup didalamnya meliputi beberapa jenis ganggang, serangga, crustaceae, ikan amfibi, reptilian air dan semi air seperti kura-kura dan ular.
  2. Daerah Limnetik. Merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepid an masih ada sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton termasuk ganggang. Ganggan berfotosintesis dengan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi.
  3. Daerah Profundal. Merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau dimana cahaya matahari tidak dapat menembus. Mikroba dan organism yang hidup didalamnya menggunakan oksigen untuk berespirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. 
  4. Daerah Bentik. Merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-siasa organisme yang sudah mati. 

Ekosistem Danau

Salah satu ekosistem air tawar yang ditandai dengan air tenang adala danau. Ekosistem danau ditandai oleh adanya bagian perairan yang dalam sehingga tumbuh-tumbuhan berakar tidak dapat tumbuh di bagian ini. Berbeda dengan ekosistem kolam yang tidak dalam (kedalaman kurang lebih 4-5 meter) yang memungkinkan tumbuh-tumbuhan berakar dapat tumbuh di semua bagian perairan. Komponen ekosistem danau meliputi :
  1. Komponen Autotro. (Auto = sendiri dan tropikos = menyediakan makan). Merupakan organism yang mampu menyediakan/mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan organic dari bahan anorganik dengan bantuan energy seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya fitoplankton. 
  2. Komponen Heterotrof. (Heteros = berbeda dan tropikos = makanan). Merupakan organism yang memanfaatkan bahan-bahan organic sebagai makanannya dari bahan tersebut disediakan oleh organism lain. Yang tergolong dalam heterotrof adalah zooplankton, ikan, dan mikroba.
  3. Pengurai (decomposer). Kelompok ini berperan penting dalam ekosistem. Jika kelompok ini tidak ada, kita kan melihat sampah yang menggunung dan makhluk hidup yang mati tetap utuh selamanya. Dekomposer berperan sebagai pengurai, yang menguraikan zat-zat anorganic (dari bangkai) menjadi zat-zat organic penyusunnya. 

Manfaat Danau :
  1. Resevoir (penampuangan air untuk irigasi, bahan baku air minum dan industry)
  2. PLTA
  3. Usaha perikanan
  4. Pariwisata
  5. Olahraga air


Sumber : PPT dari Dr. Ir. Suryanti, MPi

Sunday, 22 May 2016

Pengertian Rawa

Pengertian Rawa. Rawa adalah perairan menggenang yang relatif dangkal, dinding landai dan daerah litoralnya yang sangat produktif, serta memiliki kadar air yang relatif tinggi. 
rawa

Ciri-ciri perairan dapat disebut rawa yaitu :
  1. Kedalaman dangkal
  2. PH antara 6 – 7
  3. Airnya keruh dan tidak baik untuk dikonsumsi
  4. Didalamnya terdapat biota rawa seperti : Tumbuhan, di rawa terdapat eceng gondok, kangkung, teratai dan beberapa tumbuhan monokotil lainnya dan Hewan seperti : 
  • Plankton, terdiri atas fitoplankton dan zooplankton. Biasanya bergerak mengikuti aliran air
  • Nekton, hewan yang aktif berenang. Misalnya ikan.
  • Neustron, organisme yang mengapung atau bernenang di permukaan air. Misal Serangga
  • Perifiton, tumbuhan atau hewan yang melekat pada benda lain. Misalnya siput.
  • Bentos, tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Misalnya cacing

Jenis-jenis rawa 
  • Berdasarkan sifatnya :
  1. Rawa air tawar, yaitu Rawa yang airnya tawar karena terletak dipinggiran sepanjang sungai
  2. Rawa air payau, yaitu Rawa yang airnya percampuran antara air tawar dan air asin, karena terletak di muara sungai menuju laut
  3. Rawa air asin, yaitu Rawa yang airny asin karena terletak di daerah pasang surut laut
  • Berdasarkan jenis lahan 

  1. Rawa pasang surut adalah suatu wilayah rawa yang mempunyai pengaruh pasang surut air laut atau sungai-sungai sekitarnya 
  2. Rawa non pasang surut / Rawa Lebak adalah suatu daratan yang setiap tahunnya mengalami genangan minimal selama 3 bulan dengan genangan minimal 50cm 
  • Berdasarkan keadaan air 

  1. Rawa Swamp adalah rawa yang airnya selalu tergenang airnya, dan tidak dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.
  2. Rawa yang airnya tidak selalu tergenang  adalah rawa yang menampung air tawar yang dilimpahkan air sungai pada saat air laut pasang dan airnya relatif mengering pada saat air laut surut 

  • Berdasarkan letaknya 

  1. Rawa Pantai adalah rawa yang berada di muara sungai. Air paada rawa ini selalu mengalami pergantian karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut 
  2. Rawa Pinggiran adalah rawa sepanjang aliran sungai yang terjadi akibat sering meletupnya sungai tersebut 
  3. Rawa Abadi adalah rawa yang airnya terjebak dalam cekungan dan tidak memiliki pelepasan ke laut. Air yang tertampung hanya akan menguap dan turun kembali melalui hujan tanpa ada aliran air ke tempat lain. 

  • Berdasarkanpergantian airnya 
1. Rawa yang airnya tidak mengalai pergantian
Ciri-ciri :
  1. Airnya asam atau payau, berwarna merah, kurang bagus untuk mengairi tanaman dan tidak dapat dijadikan air minum, ph mencapai 4.5
  2. Pada bagian dasar umumnya tertutup gambut yang tebal 
  3. Tidak banyak organisme yang hidup 


2. Rawa yang airnya selalu mengalami pergantian 
Ciri-ciri :
  1. Airnya tidak terlalu asam 
  2. Banyak organisme yang hidup 
  3. Dapat diolah menjadi lahan pertanian
  • Nah, kalau manfaat rawa yaitu :
  1. Dapat dijadikan daerah pertanian pasang surut 
  2. Dikembangkan menjadi daerah wisata 
  3. Sebagai lahan untuk bidang perikanan 
  4. Sumber pembangkit listrik 
  5. Eceng gondok yang terdapat di rawa dapat dijadikan bakan baku pembuatan barang-barang kerajinan dan anyaman