Alat Penangkap Ikan.

Menjelaskan mengenai definisi, konstruksi, metode pengoperasian, daerah pengoperasian dan hasil tangkapan yang diperoleh dari beberapa jenis alat penangkap ikan.

Morfologi dan Anatomi Organisme Perairan

Menjelaskan mengenai morfologi dan anatomi dari beberapa jenis ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air laut dan organisme lain di perairan.

Kapal Perikanan

Menjelaskan mengenai deskripsi kapal perikanan, alat bantu penangkapan, alat tangkap yang digunakan dan alat keselamatan pada kapal.

Fakta dan Opini Perikanan

Menyajikan beberapa fakta dan opini dalam dunia perikanan dan kelautan yang jarang diketahui.

Kaidah Penulisan

Menjelaskan secara lengkap mengenai cara penulisan laporan ilmiah, cara review jurnal, dsb.

Saturday, 10 August 2019

Pengertian Navigasi Darat dan Navigasi Laut

Definisi Navigasi
Navigasi adalah proses memantau dan mengendalikan pergerakan dari seseorang atau alat transportasi dari satu tempat ke tempat lainnya dan perkembangannya sangat pesat. Dalam hal ini alat transportasi dapat meliputi mobil atau kapal atau pesawat. Pada mulanya, manusia memanfaatkan alam dan sekitarnya seperti benda-benda langit, untuk menentukan posisi dimana ia berada. Kemudian, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, maka dibuatlah peta yang dapat menggambarkan kondisi dunia saat itu serta alat bantu navigasi.

Macam-Macam Navigasi
Terdapat dua macam navigasi, yaitu navigasi darat dan navigasi laut.

A. NAVIGASI DARAT
Navigasi darat adalah ilmu yang mempelajari cara untuk menentukan suatu objek dan arah perjalanan, baik pada medan sebenarnya (keadaan permukaan serta bentang alam dari bumi) dengan bantuan alat navigasi untuk menentukan posisi dan menganalisa serta memberikan asumsi awal terhadap medan yang di lalui. Alat navigasi yang di butuhkan dalam hal ini minimal peta dan kompas.
Navigasi darat adalah ilmu praktis, yang akan terasah dengan sendirinya apabila di praktikkan langsung pada kondisi yang sebenarnya. Pemahaman tentang teori dan konsep, hanya akan membantu untuk memahami ilmu navigasi, namun tidak menjamin kemampuan navigasi seseorang. Pekerjaan navigasi darat di lapangan secara mendasar adalah titik awal perjalanan, tanda medan, menaksir jarak, arah kompas, orientasi medan, perubahan kondisi medan dan mengetahui ketinggian suatu tempat.
definisi navigasi darat

B. NAVIGASI LAUT
Navigasi laut atau ilmu pelayaran adalah suatu ilmu  yang mengajarkan cara untuk melayarkan sebuah kapal dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan selamat aman dan ekonomis. Navigasi laut disebabkan pengaruh laut, misalnya ombak, arus, angin maka jarak yang terpendek belum tentu dapat ditempuh  dalam waktu yang tersingkat. Dapat saja terjadi bahwa jarak yang panjang adalah pelayaran yang baik ditempuh dalamwaktu yang lebih singkat karena dalam pelayarannya mendapat arus dari belakang. (Adi dan Djaja, 2008). Secara garis besar ilmu pelayaran dibagi atas:
1. Ilmu Pelayaran Datar, yaitu ilmu pelayaran yang menggunakan benda benda bumiawi (Pulau, Gunung,Tanjung, Suar, dan lain lain) sebagai pedoman dalam membawa kapal dari suatu tempat ke tempat lain;
2. Ilmu Pelayaran Atronomis, yaitu ilmu pelayaran yang menggunakan benda-benda angkasa (Matahari, Bulan, Bintang, dan lain lain) sebagai pedoman membawa kapal dari suatu tempat ke tempat lain; dan
3. Navigasi Electronics, yaitu ilmu navigasi yang berdasarkan atas alat-alat elektronika seperti radio pencari arah (RDF), RADAR, LORAN, DECCA dan lain lain.
Menurut Wahab (2014), keberadaan alat atau perangkat navigasi dan komunikasi sebagai bagian dari system navigasi dan komunikasi merupakan salah satu syarat penerbitan berbagai macam izin untuk aktivitas perikanan. Surat laik laut mensyaratkan alat komunikasi radio yang siap digunakan dalam keadaan bahaya. Lebih detail  tertera dalam Undang-undang No. 9 Tahun 1985 Tentang perikanan pasal 4 mencantumkan keberadaan system komunikasi di kapal sebagai syarat penerbitan surat Kelayakan Kapal Perikanan dengan kriteria sebagai berikut:
a) Kapal dengan ukuran <150 GT atau (< 425 M3) harus dilengkapi dengang alat komunikasi radio yang siap digunakan dalam keadaan darurat; dan
b) Kapal dengan ukuran >150 GT harus menggunakan alat radio dan  alat navigasi laut yang lengkap yang telah ditetapkan.
definisi navigasi laut

Thursday, 1 August 2019

Cara Membuat Daftar Isi Otomatis Untuk Laporan Skripsi dan Tugas Akhir


Cara Membuat Daftar Isi Otomatis Untuk Laporan Skripsi dan Tugas Akhir - Di kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial mengenai cara membuat daftar isi secara otomatis melalui Ms. Word. Sebelumnya, Ms. Word yang saya pakai yaitu Ms. Word 2007. Bagi pengguna Ms. Word seri yang lain mungkin bisa menyesuaikan, karena tidak jauh berbeda pula. Berikut tutorial membuat daftar isi otomatis:

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu menyiapkan dokumen yang ingin diberikan daftar isi. Disini saya menggunakan laporan skripsi
cara membuat daftar isi
Kemudian, blok seluruh Bab dan Sub Bab dalam laporan skripsi tersebut. Hal ini hanya bisa dilakukan secara manual, artinya satu per satu. Kemudian klik format Heading 1 untuk seluruh Bab dalam dokumen kamu dan klik format Heading 2 untuk seluruh Sub Bab dalam dokumen kamu.
cara membuat daftar isi otomatis microsoft word
Untuk sekilas memang merubah format penulisan, nah disini kamu bisa merubah kembali font dan ukurannya sesuai yang seharusnya. Kalau semua sudah di rubah, kemudian klik page break. Karena memang seharusnya daftar isi ada sebelum isi bukan?
cara membuat daftar isi otomatis laporan
Kemudian klik References, lalu klik Table of Content dan pilih Automatic Table 1 atau Automatic Table 2
cara membuat daftar isi otomatis untuk skripsi
Kalau sudah, maka daftar isi kamu sudah jadi. Oiya, apabila kamu ingin menambah pembahasan atau sub bab, tentu nantinya akan mengubah halaman. Nah, setelah selesai mengerjakan (menambah pembahasan atau sub bab) kamu bisa kembali klik References, kemudian update table, klik update Page Number Only apabila kamu tidak memberikan sub bab tambahan atau klik Update Entire Table apabila kamu memberikan sub bab tambahan
membuat daftar isi di ms word 2007
Nah seperti inilah bentuk daftar isi yang sudah jadi. Kalau kurang rapi kamu bisa merapikannya terlebih dahulu sebelum di print. 
tutorial membuat daftar isi
Selamat mencoba, semoga tutorial cara membuat daftar isi otomatis di Ms. Word ini bermanfaat untuk kamu. 

Wednesday, 31 July 2019

Alat Bantu Penangkapan pada Alat Tangkap Longline

Longline merupakan suatu alat tangkap yang tersusun dari rangkaian tali temali yang dibentangkan di suatu perairan, pada setiap interval jarak tertentu dipasang tali cabang (branch line) yang kemudian dilengkapi dengan mata pancing dan umpan untuk menarik perhatian ikan. Nah untuk lebih jelasnya kamu bisa baca DISINI atau DISINI

Dalam pengoperasian longline dibutuhkan beberapa alat bantu pengoperasian, hal ini dikarenakan karena panjangnya tali utama (main line), banyaknya tali cabang (branch line) dan tali pelampung (buoy line) yang harus di gulung dan dirapikan dengan baik. Alat bantu penangkapan dalam pengoperasian alat tangkap longline antara lain:

Tuesday, 23 July 2019

RUMPON - Alat Bantu Penangkapan Ikan

Rumpon merupakan salah satu alat bantu pengumpul ikan, rumpon berbentuk suatu bangunan yang kemudian ditempatkan di dalam perairan. Fungsi rumpon yaitu sebagai penarik perhatian ikan, kemudian ikan-ikan tersebut akan terkonsentrasi pada suatu lokasi, sehingga dapat mempermudah dalam operasi penangkapan ikan.
alat bantu penangkapan rumpon

Mengapa ikan tertarik pada rumpon?
  1. Ikan-ikan kecil serta anakan ikan membutuhkan tempat untuk berlindung dari predator
  2. Ikan yang sedang bermigrasi akan tertarik untuk singgah dan berkumpul di sekitar rumpon untuk mencari makan
  3. Sebagai substrat untuk meletakkan telur
Keuntungan memasang rumpon
  1. Fishing ground sudah dapat diketahui posisinya dengan pasti
  2. Menghemat waktu, tenaga dan biaya operasional
  3. Mempermudah dalam pengoperasian alat tangkap dan memperbesar peluang untuk memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik
  4. Meningkatkan pendapatan masyarakat daerah melalui kegiatan wisata bahari, seperti: rekreasi memancing di area rumpon
Jenis-Jenis Rumpon
Jenis rumpon berdasarkan pemasangan:
1. Rumpon perairan dasar (rumpon dasar)
    Rumpon perairan dasar adalah alat bantu penangkapan ikan yang dipasang pada dasar perairan
rumpon dasar perairan

2. Rumpon pertengahan
    Rumpon pertengahan adalah alat bantu penangkapan ikan yang dipasang pada pertengahan  
    perairan, yaitu antara 30-50 m
mid water rumpon

3. rumpon permukaan
a. Rumpon perairan dangkal
    Rumpon perairan dangkal adalah alat bantu penangkapan yang dipasang pada perairan laut dengan 
    kedalaman sampai dengan 200 m
b. Rumpon perairan dalam
    Rumpon perairan dalam adalah alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di perairan laut dengan kedalaman >200 m
rumpon laut dangkal

Lokasi Pemasangan Rumpon
Pemasangan rumpon di laut tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Titik posisi pemasangan rumpon harus sesuai dengan izin pemasangan yang telah diberikan. Penentuan titik posisi lintang dan bujur dalam penempatan rumpon secara tepat dapat menggunakan GPS (Global Positioning System. 

Syarat pemasangan rumpon antara lain:
  1. Terbebas dari alur pelayaran
  2. Merupakan jalur migrasi atau areal penyebaran jenis-jenis ikan
  3. Bukan di perairan wilayah konservasi
  4. Telah mendapat izin dari lembaga yang berwenang

Pengaturan Pemasangan Rumpon
Dinas Perikanan dan Kelautan baik Propinsi maupun Kabupaten harus mengetahui betul lokasi tempat rumpon akan dipasang. Hal ini berkaitan dengan masalah biologis ikan (populasi dan migrasi ikan) maupun masalah legalitas seperti peruntukan wilayah perairan, pelayaran, daerah militer, cagar alam, dan lain sebagainya.
Bagi pengusaha perikanan atau nelayan yang akan memasang rumpon agar mengajukan permohonan izin pemasangan rumpon kepada Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangan pemberi izin . Hal ini sesuai dengan KEPMEN No 30 tahun 2004 tentang Pemasangan dan Pemanfaatan Rumpon.

Cara pemasangan rumpon
  1. Pengikatan rangkaian pemberat / jangkar;
  2. Penyambungan pemberat dengan tali bantu ke rakit;
  3. Pengikatan tali utama dengan pemberat;
  4. Pemasangan kili-kili pada kedalaman tertentu;
  5. Pemasangan daun kelapa (atraktor) pada tali atraktor;
  6. Penurunan pemberat / jangkar dan tali utama secara bertahap;
  7. Penurunan tali atraktor yang telah dipasang daun kelapa (atraktor) secara bertahap, dan pemberat tali atraktor;
  8. Bila sudah selesai penurunan tali utama, maka disambungkan dengan  pengikatan dengan rakit;
  9. Pemasangan tanda pengenal pada rakit ;
  10. Pemasangan selesai.
 Pemeliharaan dan Perbaikan Rumpon
Agar rumpon dapat bertahan dan memiliki umur teknis yang tinggi, maka dibutuhkan pemeliharaan dan perawatan terhadap rumpon yang telah di pasang di perairan. Pemeliharaan dan perawatan terhadap rumpon meliputi beberapa hal, antara lain:
  1. Penggantian atau perbaikan bambu (3-4 bulan)
  2. Penggantian pelepah daun kelapa (2-4 minggu)
  3. Pengecekan secara rutin tali jangkar rumpon
  4. Pengawasan posisi rumpon terhadap lalu lintas perahu penangkapan ikan

Thursday, 4 July 2019

Alat Tangkap Krendet - Traps untuk Menangkap Lobster

Lobster (Panulirus sp.) merupakan salah satu komoditi perairan karang yang mempunyai nilai jual tinggi, yang sampai saat ini produksinya masih dihasilkan dari penangakapan. Perairan indonesia mempunyai potensi besar dengan bentuk topografi dan sifatnya yang cukup baik. Diantaranya ada perairan karang yang merupakan habitat yang sangat cocok untuk kehidupan Lobster (Panulirus sp.), ikan-ikan karang, dll. Perairan karang dimana terdapat terumbu karang, batu-batu karang, batuan granit atau vulkanis tersebut merupakan habitat dan penyebaran utama bagi Lobster (Panulirus sp.). 

krendet - traps net
Krendet adalah alat tangkap pasif dan tergolong ke dalam perangkap untuk menangkap Lobster. Keuntungan alat tangkap ini selain bentuknya sangat sederhana dan mudah dalam pembuatannya, alat tangkap ini juga relatif murah biaya pembuatannya, karena pada umumnya hanya menggunakan jaring bekas.
Metode Pengoperasian Alat Tangkap Krendet
Cara pengoprasian alat tangkap Krendet masih tergolong sangat sederhana atau masih tradisional. Ada dua cara pengoperasian alat tangkap Krendet yaitu setting dengan cara dilempar dari atas tebing dan setting dengan diletakkan pada pantai yang landai. Perairan di sekitar pantai bertebing mempunyai kedalaman perairan sekitar 10 meter dan perairan di pantai landai mempunyai kedalaman sekitar 5 meter. Ada 4 tahap dalam pengoperasian krendet, yaitu tahap persiapan operasi, pemasangan krendet (setting), perendaman (soaking) 12 jam, dan pengangkatan krendet (hauling). Pemasangan krendet dilakukan pada sore hari dan pengambilan hasil tangkapan dilakukan pagi hari. Tahapan dalam operasi penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap krendet antara lain sebagai berikut:
1. Persiapan Operasi Penangkapan
Sebelum dilaksanakan operasi penangkapan ikan, maka terlebih dahulu dilaksanakan persiapan operasi penangkapan ikan. Persiapan ini meliputi persiapan alat tangkap, persiapan nelayan, persiapan kapal beserta mesin kapal dan perbekalan. Persiapan alat tangkap yaitu dengan melakukan pemeriksaan dan pemasangan umpan pada alat tangkap krendet serta persiapan tempat untuk meletakkan hasil tangkapan. Jumlah nelayan pada operasi penangkapan krendet biasanya terdiri dari 1-2 orang, dengan pembagian tugas sebagai juru mudi dan nelayan yang melakukan setting alat tangkap. Nelayan krendet hanya melakukan operasi penangkapan saat gelombang Armada penangkapan berangkat pada pukul 14.00 WIB dengan jarak tempuh menuju fishing base sekitar 30 menit perjalanan.
2. Penentuan Fishing Ground 
Penentuan Fishing Ground penangkapan dengan alat tangkap krendet berdasarkan pada pengalaman masing-masing nelayan. Biasanya nelayan krendet memiliki lokasi tertentu yang selalu digunakan sebagai fishing ground. Selain itu, penentuan fishing ground juga berdasarkan pengalaman nelayan lain dengan menggunakan alat tangkap yang sama yang telah mendapat hasil tangkapan yang banyak. 
3. Proses Setting 
Terdapat dua cara pengoperasian alat tangkap krendet, yaitu dengan dilempar dari atas tebing dan meletakkan alat tangkap di pantai yang landai dengan dasar perairan berbatu atau karang. Proses setting atau penurunan alat tangkap dilakukan pada sore hari. Beberapa nelayan yang mencari Lobster (Panulirus sp) di pantai yang landai dilakukan dengan cara menyelam. Terdapat 2 (dua) orang nelayan di perahu, satu orang bertugas untuk melakukan setting dengan cara menyelam sedangkan satu orang nelayan yang lain bertugas sebagai juru mudi perahu. Proses setting dengan cara menyelam tentu sangat beresiko, karena itu nelayan harus memastikan bahwa gelombang dan kecepatan angin cukup stabil sehingga tidak terlalu berbahaya. Untuk mengetahuinya nelayan dapat mengakses melalui www.magicseaweed.com untuk mengetahui keadaan gelombang air laut dan kecepatan angin. 
5. Proses Immersing 
Proses Immersing atau perendaman alat tangkap biasanya dilakukan selama 12 jam. Terlalu lama alat tangkap di rendam di perairan tentunya tidak baik. Hal ini dikarenakan bau amis yang dihasilkan oleh umpan akan semakin menghilang seiring dengan lamanya proses perendaman. Selain itu, hasil tangkapan yang terlalu lama terjerat pada jaring krendet dapat membuat hasil tangkapan tersebut menjadi lemas, bahkan bisa mati.
4. Proses Hauling 
Proses hauling atau pengangkatan alat tangkap dilaksanakan pada pagi hari. Proses hauling dilaksanakan dengan cara mengambil alat tangkap di dasar perairan. Setelah seluruh alat tangkap telah diambil dari perairan, kemudian Lobster (Panulirus sp) yang terjerat dilepaskan dari alat tangkap dan dipindahkan ke suatu wadah yang telah dipersiapkan. 

Desain dan Konstruksi Alat Tangkap Krendet 
Berikut ini merupakan desain alat tangkap krendet di perairan
desain krendet
Keterangan:
1. Pelampung
2. Tali Utama
3. Tali Umpan
4. Rangka Krendet
5. Tali Pemberat
6. Pemberat
7. Badan Jaring

Berikut ini merupakan Konstruksi Alat Tangkap Krendet
konstruksi krendet
Untuk mengetahui pengoperasian alat tangkap krendet, silahkan KLIK DISINI 



Sunday, 11 November 2018

Cara Membuat Peta Persebaran SPL dan Klorofil-a Menggunakan SeaDAS dan ArcMap

Di kesempatan kali ini saya akan membagikan info mengenai Cara Membuat Peta Persebaran SPL dan Klorofil-a Menggunakan SeaDAS dan ArcMap. Jangan lupa download aplikasi SeaDAS dan ArcGIS terlebih dulu yah...

Kemudian, download file data yang akan kamu olah di KLIK DISINI 

Nah, seperti ini halaman Ocean Color Web.

Selanjutnya, kamu pilih data yang akan kamu gunakan. Di tutorial kali ini saya akan menggunakan data klorofil AquaMODIS. 


Untuk download data, silahkan klik seperti gambar diatas. Pilih yang dilingkari merah yah.


Selanjutnya, download Langkah-Langkah Pembuatan Peta Klorofil-a dan SPL DISINI!!

Selamat mencoba, semoga berhasil :)


Sunday, 15 July 2018

Mengenal Ikan Arapaima, Predator Puncak Rantai Makanan yang Dilarang Masuk ke Indonesia

Belakangan ini, ikan Arapaima tengah menjadi topik perbincangan di tanah air setelah jenis ikan ini ditemukan di aliran sungai Brantas, Mojokerto, Jawa Timur. Berdasarkan Liputan6.com, ikan arapaima ini memiliki panjang 158 cm dengan berat 30 kg. Ikan yang berhabitat asli di Sungai Amazon, Brasil ini ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari ikan. Nah, seperti apa sih ikan ini? Simak penjelasan di bawah ini!

Tuesday, 3 July 2018

Alat Tangkap Rawai (Longline)

Pengertian Alat Tangkap Rawai


Definisi Longline - Longline atau Rawai merupakan salah satu alat tangkap yang bersifat pasif. Pada pengoperasiannya rawai memperlukan umpan untuk menarik ikan. Umpan di letakkan atau di kaitkan pada mata pancing. Jenis mata pancing yang digunakan dalam alat tangkap rawai juga memiliki peran penting. Konstruksi mata pancing yang berbeda memiliki fungsi dan daya kait yang berbeda. Kegunaan dari mata pancing itu sendiri yaitu untuk memastikan agar ikan tidak dapat melepaskan diri setelah terkait pada mata pancing. Secara teknis operasional perawai termasuk dalam jenis perangkap, karena dalam operasionalnya tiap-tiap  pancing diberi umpan yang tujuannya untuk menarik ikan sehingga ikan memakan umpan tersebut dan terkait oleh pancing. Secara material ada yang mengklasifikasikan perawai termasuk dalam golongan penangkap ikan dengan tali line fishing karena bahan utama untuk perawai ini terdiri dari tali-temali. Rawai merupakan alat penangkapan ikan yang dapat beroperasi di Lautan Pasifik, Hindia, dan Atlantik dengan menggunakan kapal penangkap yang di lengkapi dengan peralatan navigasi, mesin pendingin, radio dan alat modern lainnya. Alat tangkap ini juga beroperasi dengan melawan arus atau dihanyutkan.