Thursday, 4 July 2019

Alat Tangkap Krendet - Traps untuk Menangkap Lobster

Lobster (Panulirus sp.) merupakan salah satu komoditi perairan karang yang mempunyai nilai jual tinggi, yang sampai saat ini produksinya masih dihasilkan dari penangakapan. Perairan indonesia mempunyai potensi besar dengan bentuk topografi dan sifatnya yang cukup baik. Diantaranya ada perairan karang yang merupakan habitat yang sangat cocok untuk kehidupan Lobster (Panulirus sp.), ikan-ikan karang, dll. Perairan karang dimana terdapat terumbu karang, batu-batu karang, batuan granit atau vulkanis tersebut merupakan habitat dan penyebaran utama bagi Lobster (Panulirus sp.). 

krendet - traps net
Krendet adalah alat tangkap pasif dan tergolong ke dalam perangkap untuk menangkap Lobster. Keuntungan alat tangkap ini selain bentuknya sangat sederhana dan mudah dalam pembuatannya, alat tangkap ini juga relatif murah biaya pembuatannya, karena pada umumnya hanya menggunakan jaring bekas.
Metode Pengoperasian Alat Tangkap Krendet
Cara pengoprasian alat tangkap Krendet masih tergolong sangat sederhana atau masih tradisional. Ada dua cara pengoperasian alat tangkap Krendet yaitu setting dengan cara dilempar dari atas tebing dan setting dengan diletakkan pada pantai yang landai. Perairan di sekitar pantai bertebing mempunyai kedalaman perairan sekitar 10 meter dan perairan di pantai landai mempunyai kedalaman sekitar 5 meter. Ada 4 tahap dalam pengoperasian krendet, yaitu tahap persiapan operasi, pemasangan krendet (setting), perendaman (soaking) 12 jam, dan pengangkatan krendet (hauling). Pemasangan krendet dilakukan pada sore hari dan pengambilan hasil tangkapan dilakukan pagi hari. Tahapan dalam operasi penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap krendet antara lain sebagai berikut:
1. Persiapan Operasi Penangkapan
Sebelum dilaksanakan operasi penangkapan ikan, maka terlebih dahulu dilaksanakan persiapan operasi penangkapan ikan. Persiapan ini meliputi persiapan alat tangkap, persiapan nelayan, persiapan kapal beserta mesin kapal dan perbekalan. Persiapan alat tangkap yaitu dengan melakukan pemeriksaan dan pemasangan umpan pada alat tangkap krendet serta persiapan tempat untuk meletakkan hasil tangkapan. Jumlah nelayan pada operasi penangkapan krendet biasanya terdiri dari 1-2 orang, dengan pembagian tugas sebagai juru mudi dan nelayan yang melakukan setting alat tangkap. Nelayan krendet hanya melakukan operasi penangkapan saat gelombang Armada penangkapan berangkat pada pukul 14.00 WIB dengan jarak tempuh menuju fishing base sekitar 30 menit perjalanan.
2. Penentuan Fishing Ground 
Penentuan Fishing Ground penangkapan dengan alat tangkap krendet berdasarkan pada pengalaman masing-masing nelayan. Biasanya nelayan krendet memiliki lokasi tertentu yang selalu digunakan sebagai fishing ground. Selain itu, penentuan fishing ground juga berdasarkan pengalaman nelayan lain dengan menggunakan alat tangkap yang sama yang telah mendapat hasil tangkapan yang banyak. 
3. Proses Setting 
Terdapat dua cara pengoperasian alat tangkap krendet, yaitu dengan dilempar dari atas tebing dan meletakkan alat tangkap di pantai yang landai dengan dasar perairan berbatu atau karang. Proses setting atau penurunan alat tangkap dilakukan pada sore hari. Beberapa nelayan yang mencari Lobster (Panulirus sp) di pantai yang landai dilakukan dengan cara menyelam. Terdapat 2 (dua) orang nelayan di perahu, satu orang bertugas untuk melakukan setting dengan cara menyelam sedangkan satu orang nelayan yang lain bertugas sebagai juru mudi perahu. Proses setting dengan cara menyelam tentu sangat beresiko, karena itu nelayan harus memastikan bahwa gelombang dan kecepatan angin cukup stabil sehingga tidak terlalu berbahaya. Untuk mengetahuinya nelayan dapat mengakses melalui www.magicseaweed.com untuk mengetahui keadaan gelombang air laut dan kecepatan angin. 
5. Proses Immersing 
Proses Immersing atau perendaman alat tangkap biasanya dilakukan selama 12 jam. Terlalu lama alat tangkap di rendam di perairan tentunya tidak baik. Hal ini dikarenakan bau amis yang dihasilkan oleh umpan akan semakin menghilang seiring dengan lamanya proses perendaman. Selain itu, hasil tangkapan yang terlalu lama terjerat pada jaring krendet dapat membuat hasil tangkapan tersebut menjadi lemas, bahkan bisa mati.
4. Proses Hauling 
Proses hauling atau pengangkatan alat tangkap dilaksanakan pada pagi hari. Proses hauling dilaksanakan dengan cara mengambil alat tangkap di dasar perairan. Setelah seluruh alat tangkap telah diambil dari perairan, kemudian Lobster (Panulirus sp) yang terjerat dilepaskan dari alat tangkap dan dipindahkan ke suatu wadah yang telah dipersiapkan. 

Desain dan Konstruksi Alat Tangkap Krendet 
Berikut ini merupakan desain alat tangkap krendet di perairan
desain krendet
Keterangan:
1. Pelampung
2. Tali Utama
3. Tali Umpan
4. Rangka Krendet
5. Tali Pemberat
6. Pemberat
7. Badan Jaring

Berikut ini merupakan Konstruksi Alat Tangkap Krendet
konstruksi krendet
Untuk mengetahui pengoperasian alat tangkap krendet, silahkan KLIK DISINI 



1 comment:

Komentar tidak boleh mengandung unsur :
1. Penghinaan atau pelecehan
2. Spamming
3. Link aktif atau sejenisnya
Terimakasih