Nah, sebelum kita melangkah ke pemilihan benih untuk
budidaya. Alangkah lebih baik jika kita mengetahui definisi dari budidaya itu
sendiri atau disebut juga Akuakultur. Apa sih pengertian Akuakultur itu ?
Akuakultur adalah rekayasa manusia dengan menambahkan input dan energi untuk
meningkatkan produksi oganisme akuatik yang bermanfaat dengan memanipulasi
tingkat pertumbuhan, mortalitas (kematian), dan reproduksinya. Sebenarnya
Akukultur sudah dikenal sejak kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Namun, baru
disadari pentingnya akhir-akhir ini. Beberapa alasan yang menyebabkan
perkembangan Akuakultur tidak sepesat perkembangan pertanian, antara lain
karena :
- Keberadaan atau kandungan makanan dalam danau, sungai, dan laut sangat meilmpah sehingga dianggap tidak penting untuk mempelajari budidaya.
- Persaingan penggunaan tanah dan air (dalam hal ini berkaitan dengan lingkungan bisnis).
- Administrasi dan peraturan struktur yang menciptakan kendala daripada menukung perkembangan akuakultur lebih lanjut (misalnya regulasi dari akses ke sumber daya lingkungan)
Pemilihan spesies untuk budidaya (kultivan) dan sistem
budidaya yang akan dilakukan tergantung pada tujuan budidayanya. Apakah untuk
konsumsi lokal atau eksport, olahraga (pemancingan), umpan hidup, restocking perairan
umum, daur uang dan sebagainya. Menentukan jenis atau spesies yang akan
dipelihara dan sistem budidaya yang akan diterapkan harus berdasarkan pada
pendugaan tentang kebutuhan nasional akan produk budidaya.
Biota budidaya atau kultivan dapat digolongkan menjadi 4
(empat) kelompok, yaitu :
- Ikan (Finfish).
- Udang-udangan (Crustaceae).
- Kekerangan (Molusca).
- Rumput Laut
Kesuksesan dalam budidaya mempunyai beberapa faktor penentu,
salah satu yang terpenting adalah pemilihan induk dan benih. Bibit dan induk kultivan
yang baik akan menghasilkan benih yang
berkualitas dan memberikan nilai tambah ekonomi yang memuaskan. Nah, dalam
pemilihan benih harus dapat memenuhi kriteria sebagai berikut :
Kriteria Biologi
- Cepat pertumbuhannya
- Tahan thd perubahan lingkungan
- Tahan thdp penyakit
- Dapat/mudah dipijahkan
- Mudah dibudidayakan
- Termasuk nilai bernilai ekonomis penting
- Disukai masyarakat
Pada dasarnya untuk kegiatan budidaya, benih dari kultivan
dapat diambil secara langsung dari alam maupun dibeli langsung dari panti
pembenihan (Hatchery). Antara benih atau induk dari alam dengan benih atau
induk dari panti pembenihan terdapat beberapa perbedaan. Nah, meskipun
terkadang perbedaan antar keduanya tidak terlalu mencolok. Namun, hal tersebut
tentunya dapat berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem baik alam maupun
kolam, dan berpengaruh terhadap hasil keuntungan yang akan diperoleh. Perbedaan
keduanya meliputi :
Benih Dari Alam
- Ketersediaan tergantung pada spawning season/ground & nursery ground
- Harga fluktuatif
- Ukuran tidak homogen
- Kualitas induk tdk diketahui
- Tercampur dengan spesies lain
- Dapat mengakibatkan over fishing
- Tahan terhadap perubahan lingkungan
Benih Dari Hatchery
- Tersedia setiap saat & dapat direkayasa
- Harga stabil
- Ukuran homogen
- Kualitas induk diketahui
- Tidak tercampur dengan spesies lain
- Tidak mengakibatkan over fishing
- Tidak tahan thdp perubahan lingkungan
Ciri-ciri benih kultivan yang baik :
- Mampu memproduksi benih
- Pertumbuhannya sangat cepat.
- Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
- Resisten terhadap serangan hama.
- Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan.










0 komentar:
Post a Comment
Komentar tidak boleh mengandung unsur :
1. Penghinaan atau pelecehan
2. Spamming
3. Link aktif atau sejenisnya
Terimakasih