Alat Penangkap Ikan.

Menjelaskan mengenai definisi, konstruksi, metode pengoperasian, daerah pengoperasian dan hasil tangkapan yang diperoleh dari beberapa jenis alat penangkap ikan.

Morfologi dan Anatomi Organisme Perairan

Menjelaskan mengenai morfologi dan anatomi dari beberapa jenis ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air laut dan organisme lain di perairan.

Kapal Perikanan

Menjelaskan mengenai deskripsi kapal perikanan, alat bantu penangkapan, alat tangkap yang digunakan dan alat keselamatan pada kapal.

Fakta dan Opini Perikanan

Menyajikan beberapa fakta dan opini dalam dunia perikanan dan kelautan yang jarang diketahui.

Kaidah Penulisan

Menjelaskan secara lengkap mengenai cara penulisan laporan ilmiah, cara review jurnal, dsb.

Wednesday, 28 September 2016

Alat Tangkap Longline

Longline merupakan suatu alat tangkap yang efektif digunakan untuk menangkap ikan tuna. Selain itu alat tangkap ini selektif terhadap hasil tangkapannya dan pengoperasiannya bersifat pasif. Sehingga, tidak merusak sumber daya hayati perairan (Herlindah, 2004). API Longline enggunakan umpan untuk menarik perhatian ikan.
Target ikan : ikan tuna, dsb

Sunday, 3 July 2016

Kriteria Benih Unggul untuk Budidaya

Nah, sebelum kita melangkah ke pemilihan benih untuk budidaya. Alangkah lebih baik jika kita mengetahui definisi dari budidaya itu sendiri atau disebut juga Akuakultur. Apa sih pengertian Akuakultur itu ? Akuakultur adalah rekayasa manusia dengan menambahkan input dan energi untuk meningkatkan produksi oganisme akuatik yang bermanfaat dengan memanipulasi tingkat pertumbuhan, mortalitas (kematian), dan reproduksinya. Sebenarnya Akukultur sudah dikenal sejak kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Namun, baru disadari pentingnya akhir-akhir ini. Beberapa alasan yang menyebabkan perkembangan Akuakultur tidak sepesat perkembangan pertanian, antara lain karena :

Wednesday, 15 June 2016

Pengertian Danau

Definisi Danau - Melihat dari sisi pengertian atau definisi, terdapat banyak sumber yang menjelaskan tentang pengertian dari danau itu sendiri. Nah, apa sih danau itu ?
devinisi danau
gambar danau Toba, keren yaa :)
Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air.
Danau adalah cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi oleh air bisa tawar ataupun asin yang seluruh cekungan tersebut dikelilingi oleh daratan. Kebanyakan danau adalah air tawar dan juga banyak berada di belahan bumi utara pada ketinggian yang lebih atas.
Karakteristik Danau :
  1. Mempunyai permukaan air yang cukup luas sehingga mampu menimbulkan gelombang.
  2. Air cukup dalam sehingga terdapat strata suhu pada kedalaman tersebut. Vegetasi yang mengapung tidak cukup untuk menutupi seluruh permukaan danau.
  3. Air yang menggenangi danau bisa berasal dari mata air, air sungai yang bermuara di danau tersebut dan bisa juga berasal dari air hujan.

Tipe-tipe danau
  1. Danau Glasial. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya erosi dan pengendapan yang diakibatkan oleh aktivitas gletser di lereng-lereng bukit atau pegnungan. Contoh : Danau Stanley di Idabe.
  2. Danau Vulkanik. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanik yaitu letusan gunung berapi yang tergenang air hujan. Contoh : kawah gunung Tangkuban Perahu, Danau Mninjau di Sumatera Barat.
  3. Danau Tektonik. Merupakan danau yang terbentuk akibat gerakan lempeng tektonik. Gerakan lempeng tetonik ini dapat menyebabkan terjadinya patahan sehingga terbentuk lembah (slenk). Contoh : Danau Singkarak
  4. Danau Tekto-Vulkanik. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya kegiatan tektonik yang memacu kegiatan vulkanik sehingga terjadi patahan dan gunung berapi. Contoh : Danau Toba
  5. Danau Karst. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya proses solusi atau pelarutan kapur oleh ir sehingga terbentuk suatu dolina/dolin. Contoh : Danau yang terletak di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.
  6. Danau Laguna. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya kombinasi antara kerja angin dan ombak yang menyebabkan terjadinya tanggul-tanggul pasir di sepanjang pantai dan kemudia membentuk suatu laguna. 
  7. Danau Buatan (Waduk).
  8. Merupakan danau yang terbentuk akibat adanya pembendungan sungai yang dilakukan oleh manusia. Contoh : Waduk Gajah Mungkur, Waduk Kedungombo, dan waduk Saguling.

Golongan danau berdasarkan pola sirkulasi air :
  1. Danau Dimictic. Terjadi sirkulasi bebas selama dua periode musim.
  2. Danau Monomictic. Danau Monomictic dingin. Suhu kurang dari 4 derajat celcius (daerah kutub), sirkulasi musim terjadi pada musim panas. Danau Monomictic panas. Suku lebih dari 4 derajat celcius daerah subtropics), sirkulasi musim terjadi pada musim dingin.
  3. Danau Polymictic. Terjadi sirkulasi secara kontinyu dengan 1 periode stagnasi yang pendek (di ekuator).
  4. Danau Meromictic. Terjadi stratifikasi secara permanen.

Golongan danau berdasarkan jarak dan pencahayaan :
  1. Daerah Litoral. Merupakan daerah yang dangkal dimana cahaya matahari masih dapat menembus dengan optimal. Tumbuhan yang hidup merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan akar. Organisme yang hidup didalamnya meliputi beberapa jenis ganggang, serangga, crustaceae, ikan amfibi, reptilian air dan semi air seperti kura-kura dan ular.
  2. Daerah Limnetik. Merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepid an masih ada sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton termasuk ganggang. Ganggan berfotosintesis dengan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi.
  3. Daerah Profundal. Merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau dimana cahaya matahari tidak dapat menembus. Mikroba dan organism yang hidup didalamnya menggunakan oksigen untuk berespirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. 
  4. Daerah Bentik. Merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-siasa organisme yang sudah mati. 

Ekosistem Danau

Salah satu ekosistem air tawar yang ditandai dengan air tenang adala danau. Ekosistem danau ditandai oleh adanya bagian perairan yang dalam sehingga tumbuh-tumbuhan berakar tidak dapat tumbuh di bagian ini. Berbeda dengan ekosistem kolam yang tidak dalam (kedalaman kurang lebih 4-5 meter) yang memungkinkan tumbuh-tumbuhan berakar dapat tumbuh di semua bagian perairan. Komponen ekosistem danau meliputi :
  1. Komponen Autotro. (Auto = sendiri dan tropikos = menyediakan makan). Merupakan organism yang mampu menyediakan/mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan organic dari bahan anorganik dengan bantuan energy seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya fitoplankton. 
  2. Komponen Heterotrof. (Heteros = berbeda dan tropikos = makanan). Merupakan organism yang memanfaatkan bahan-bahan organic sebagai makanannya dari bahan tersebut disediakan oleh organism lain. Yang tergolong dalam heterotrof adalah zooplankton, ikan, dan mikroba.
  3. Pengurai (decomposer). Kelompok ini berperan penting dalam ekosistem. Jika kelompok ini tidak ada, kita kan melihat sampah yang menggunung dan makhluk hidup yang mati tetap utuh selamanya. Dekomposer berperan sebagai pengurai, yang menguraikan zat-zat anorganic (dari bangkai) menjadi zat-zat organic penyusunnya. 

Manfaat Danau :
  1. Resevoir (penampuangan air untuk irigasi, bahan baku air minum dan industry)
  2. PLTA
  3. Usaha perikanan
  4. Pariwisata
  5. Olahraga air


Sumber : PPT dari Dr. Ir. Suryanti, MPi

Sunday, 5 June 2016

Modal untuk Memajukan Peternakan Indonesia



Modal untuk memajukan peternakan Indonesia. Kalau biasanya dalam blog ini saya membahas suatu hal yang berkaitan dengan perikanan, nah kali ini saya akan mencoba membahas sedikit tentang peterkanan.Okee.. langsung aja ..

Di era sekarang ini, sudah sangat banyak universitas-universitas yang tersebar di Indonesia yang telah memiliki pilihan jurusan pada bidang peterkanan dan perikanan. Menurut saya, antara ilmu peternakan dan ilmu perikanan  tidak jauh berbeda. Kenapa ? Alasan pertama karena kedua ilmu tersebut merupakan ilmu terapan dari mata pelajaran sains yang kita dapatkan dari bangku SD sampai SMA atau sederajat. Selain itu, didalam mempelajari keduanya kita mengenal penggolongan  berdasarkan ciri morfologis atau biasa disebut taksonomi. Yang dimana tujuan dari taksonomi atau klasifikasi tersebut bertujuan untuk mengetahui nama ilmiah yang benar sesuai dengan ciri morfologis.

Pada dasarnya kegiatan beternak (untuk ternak hewan darat) dan budidaya (untuk ternak hewan air) tidak jauh berbeda. Keduanya membutuhkan modal awal yang cukup untuk membangun bidang usaha. Seperti lahan untuk pembuatan kandang, suplai makanan, vaksin, dan lain-lain. Namun, modal berupa materi atau uang bukanlah faktor utama dalam kesuksesan bidang ternak yang digeluti. Modal yang harus dimiliki sebelum memulai usaha ternak hewan adalah ilmu. Sebelum memulai untuk melangkahkan kaki dalam  memulai usaha ternak, sebaiknya terlebih dahulu mengetahui sedikit pengetahuan tentang berternak pada bidang yang akan digeluti. Contohnya, ketika seseorang akan memulai usaha beternak ayam pedaging, sebaiknya dia mengentahui segala sesuatu yang berkaitan tentang ayam pedaging itu sendiri. Seperti jangka waktu pemberian pakan yang baik, dan kondisi kandang misalnya. Sehingga dengan begitu dapat menekan mortalitas atau kematian pada hewan ternak, serta dapat menekan biaya produksi melalui pemberian pakan yang optimal.

Dasar dari kesuksesan beternak yang menjadi modal paling utama adalah pengetahuan. Sebagian besar pelaku usaha gagal dalam usaha ternaknya akibat kurangnya ilmu pengetahuan mengenai hewan ternak yang dipergunakan untuk usaha. Seseorang tidak harus duduk di bangku kuliah untuk mendapat ilmu tentang peternakan, karena ilmu yang dibutuhkan itu sendiri semua sudah tersedia di sekitar kita. Tergantung bagaimana seseorang mau menggalinya atau tidak. Nah, sebelum memulai usaha beternak, seorang peternak harus dapat :

  1. Menyediakan bibit berkualiatas unggul, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
  2. Memiliki kandang atau tempat untuk beternak, agar tidak mengganggu masyarakat dan meminimalisir terjangkitnya penyakit dan kematian akibat predator lain.
  3. Mengetahui tingkah laku hewan, sehingga apabila hewan ternak terjangkit penyakit dapat diatasi sejak dini.
  4. Pemberian pakan yang sesuai dengan proporsi.

Hal-hal seperti diatas merupakan ilmu-ilmu dasar yang menjadi modal awal untuk kesuksesan dalam usaha ternak. Ilmu-ilmu dasar seperti itu wajib hukumnya untuk diketahui sebagai calon pelaku usaha di bidang peternakan. Hal-hal semacam itu sudah banyak tersebar dilingkungan kita. Melalui buku yang membahas tentang salah satu bidang ternak. Bukan hanya itu, melalui media online pun sudah banyak tersebar. Sudah sangat banyak website atau blog personal yang membahas tentang tata cara beternak. Seperti contohnya pada ilmuhewan.com. Merupakan suatu situs yang didalamnya membahas tentang tata cara beternak atau budidaya ikan yang baik. Dari website itu kita dapat belajar untuk sekedar menambah ilmu pengetahuan atau pun untuk mengaplikasikannya di bidang usaha ternak yang dimiliki. Didalam website ini terdapat banyak tips dan panduan dalam bidang peternakan dan perikanan, yang pastinya sangat bermanfaat untuk dipelajari.

Modal untuk memajukan peternakan indonesia
Seperi yang kita ketahui Indonesia mempunyai lahan yang luas, terbukti dengan banyaknya pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, ditambah dengan lautan yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke. Kedua hal itu sudah cukup menjadi modal awal untuk kemajuan bidang peternakan dan perikanan di Indonesia. Yang selanjutkan dibutuhkan adalah faktor SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, mari kita belajar menjadi manusia yang berkualitas untuk kemajuan negara tercinta. See you..

Thursday, 2 June 2016

Alat Pernafasan pada Ikan

Alat Pernapasan pada Ikan.
insang

Insang : berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen,dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan oksigen berdifusi masuk dan karbondioksida berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum,sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. Insang juga berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator.

Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan oksigen sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan oksigen. Contoh : ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan oksigen, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung.

Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Pada fase inspirasi, oksigen dari air masuk ke dalam insang kemudian oksigen diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, karbondioksida yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh. 

Pertukaran antara oksigen yang masuk ke dalam darah (diikat oleh hemoglobin) dengan karbondioksida yang keluar dari darah terjadi dengan cara difusi pada pembuluh darah dalam insang.  Peredaran darah dalam insang merupakan pertemuan antara pembuluh darah yang berasal dari jantung yang masih banyak mengandung karbondioksida dengan pembuluh darah yang akan meninggalkan filamen insang yang kaya dengan oksigen. Tiap-tiap filamen insang terdiri dari banyak bagian yang disebut lamella (tempat terjadinya pertukaran gas). Pinggiran lamella yang tidak menempel pada lengkung insang sangat tipis, ditutupi oleh ephitelium dan mengandung jaringan pembuluh darah kapiler. 

Pengambilan oksigen dari air: 
1.   Pembagian filamen insang menjadi lamella
2.   Pengaturan arah aliran darah dan air.
Sistem arah berlawanan; air mengalir dalam mulut menuju ke sisi insang dan darah dalam lamella mengalir dengan arah sebaliknya. Dengan demikian ada kesempatan bagi oksigen masuk dan karbondioksida meninggalkan darah.

Insang & Mekanisme pernafasan 
Golongan ikan bertulang sejati mempunyai satu celah insang yang masing-masing terletak pada tiap sisi kepala di bawah keping tutup insang (operkulum) yang teridiri dari beberapa keping tulang tengkorak. Jumlah lengkung insang ada 5 pasang, tetapi hanya empat yang berfilamen insang. Pada beberapa ikan lengkung insang ke5 berubah jadi gigi pharyngeal yang digunakan untuk menggerus makanan. Lengkung insang bagian atas menempel pada cranium dan bagian bawah menempel pada dasar lidah.

Pada golongan actinopterygii, di bagian dalam insangnya terdapat pseudobranchial yang banyak mengandung pembuluh darah. Pesudobranchial berperan dalam pertukaran gas yang ada dalam darah.  Ikan-ikan famili Anguilidae, Mormyridae, Siluridae dan Notopteridae tidak memiliki pseudobranchial. 

Mekanisme pernafasan Osteichtyes (ikan bertuang sejati)
Awal inspirasi (tepat sesudah tutup insang menutup rapat) mulut dibuka (beberapa otot berkontraksi termasuk otot sternohyoid dan otot penarik lengkung insang). Pada saat yang sama jari jari  branchiostegal mengembang ke bawah dan rongga mulut maluas mengakibatkan tekanan air di dalam berkurang. Air di dorong masuk mulut dan sesaat ruang antara insang dan operkulum meluas ketika penutup insang tertarik ke depan, sedangkan celah insang masih tertutup karena tekanan air dari luar tubuh. Karena pada rongga insang juga terjadi kekurangan tekanan, maka air mengalir melalui insang. Kemudian mulut mengatup untuk mencegah air keluar melalui mulut dan mulailah rongga mulut berfungsi sebagai pompa penekan. Lubang insang masih tertutup, air berkumpul di luar insang. Akhirnya celah insang terbuka dan air ditekan keluar 

Adaptasi Pernapasan Ikan
ikan pengisap udara (air breathing fish) : ikan yang bernafas secara langsung menggunakan udara sebagai sumber oksigen.  Organ Arborescent , yang berasal dari insang ke 2 &  ke 4  di bagian atas lengkung insang ke dua dan ke tiga. Contoh :   Lele (Clarias batrachus).

Kulit sebagai alat pernafasan tambahan : bagian dalam dinding penutup insang yang berlipat-lipat banyak ditemukan pembuluh darah. Contoh : Glodok (Periophthalmus dan Boleophthalmus) 

Tambakan (Helostoma teminckii), memiliki labirin (rawan yang berlipat-lipat seperti bunga mawar yang mengandung epitelium pernafasan). Labirin merupakan derivat lengkung insang pertama .

Famili Loricariidae dan Cobitidae; alat pernafasan tambahannya berupa saluran intestinal yang dimodifikasi menjadi dinding tipis dan dilengkapi dengan pembuluh darah.

Gelembung gas (Vesica Natatoria) & Paru-paru Ikan
Gelembung gas hanya dimiliki Osteichtyes (ikan bertulang sejati) dan tidak terdapat pada Chondrictyes (ikan bertulang rawan) dan Cyclostomata (hewan bermulut lingkar). Terletak di atas atau disamping saluran  pencernaan makanan. Fungsi: alat hidostatik, pernafasan tambahan dan pembuat bunyi.

Pada golongan ikan Physostomi, gelembung gasnya dihubungkan dengan saluran pencernaan makanan oleh suatu saluran yang disebut ductus pneumaticus. Pada golongan physoclisti yang tidak mempunyai ductus pneumaticus, pemasukan dan pengeluaran dilakukan oleh kelenjar gas dan rete mirable. 

Paru-paru ikan merupakan derivat dari gelembung gas. Pada Australian Lungfish (Neoceratodus), paru-parunya terletak di sebelah dorsal saluran pencernaan makanan tetapi ductus pneumaticus-nya terbuka ke arah gabian ventral dinding lambung.

Sumber : PPT dari Dr. Bambang Sulardiono, M.Si 

Sunday, 22 May 2016

Pengertian Rawa

Pengertian Rawa. Rawa adalah perairan menggenang yang relatif dangkal, dinding landai dan daerah litoralnya yang sangat produktif, serta memiliki kadar air yang relatif tinggi. 
rawa

Ciri-ciri perairan dapat disebut rawa yaitu :
  1. Kedalaman dangkal
  2. PH antara 6 – 7
  3. Airnya keruh dan tidak baik untuk dikonsumsi
  4. Didalamnya terdapat biota rawa seperti : Tumbuhan, di rawa terdapat eceng gondok, kangkung, teratai dan beberapa tumbuhan monokotil lainnya dan Hewan seperti : 
  • Plankton, terdiri atas fitoplankton dan zooplankton. Biasanya bergerak mengikuti aliran air
  • Nekton, hewan yang aktif berenang. Misalnya ikan.
  • Neustron, organisme yang mengapung atau bernenang di permukaan air. Misal Serangga
  • Perifiton, tumbuhan atau hewan yang melekat pada benda lain. Misalnya siput.
  • Bentos, tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Misalnya cacing

Jenis-jenis rawa 
  • Berdasarkan sifatnya :
  1. Rawa air tawar, yaitu Rawa yang airnya tawar karena terletak dipinggiran sepanjang sungai
  2. Rawa air payau, yaitu Rawa yang airnya percampuran antara air tawar dan air asin, karena terletak di muara sungai menuju laut
  3. Rawa air asin, yaitu Rawa yang airny asin karena terletak di daerah pasang surut laut
  • Berdasarkan jenis lahan 

  1. Rawa pasang surut adalah suatu wilayah rawa yang mempunyai pengaruh pasang surut air laut atau sungai-sungai sekitarnya 
  2. Rawa non pasang surut / Rawa Lebak adalah suatu daratan yang setiap tahunnya mengalami genangan minimal selama 3 bulan dengan genangan minimal 50cm 
  • Berdasarkan keadaan air 

  1. Rawa Swamp adalah rawa yang airnya selalu tergenang airnya, dan tidak dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.
  2. Rawa yang airnya tidak selalu tergenang  adalah rawa yang menampung air tawar yang dilimpahkan air sungai pada saat air laut pasang dan airnya relatif mengering pada saat air laut surut 

  • Berdasarkan letaknya 

  1. Rawa Pantai adalah rawa yang berada di muara sungai. Air paada rawa ini selalu mengalami pergantian karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut 
  2. Rawa Pinggiran adalah rawa sepanjang aliran sungai yang terjadi akibat sering meletupnya sungai tersebut 
  3. Rawa Abadi adalah rawa yang airnya terjebak dalam cekungan dan tidak memiliki pelepasan ke laut. Air yang tertampung hanya akan menguap dan turun kembali melalui hujan tanpa ada aliran air ke tempat lain. 

  • Berdasarkanpergantian airnya 
1. Rawa yang airnya tidak mengalai pergantian
Ciri-ciri :
  1. Airnya asam atau payau, berwarna merah, kurang bagus untuk mengairi tanaman dan tidak dapat dijadikan air minum, ph mencapai 4.5
  2. Pada bagian dasar umumnya tertutup gambut yang tebal 
  3. Tidak banyak organisme yang hidup 


2. Rawa yang airnya selalu mengalami pergantian 
Ciri-ciri :
  1. Airnya tidak terlalu asam 
  2. Banyak organisme yang hidup 
  3. Dapat diolah menjadi lahan pertanian
  • Nah, kalau manfaat rawa yaitu :
  1. Dapat dijadikan daerah pertanian pasang surut 
  2. Dikembangkan menjadi daerah wisata 
  3. Sebagai lahan untuk bidang perikanan 
  4. Sumber pembangkit listrik 
  5. Eceng gondok yang terdapat di rawa dapat dijadikan bakan baku pembuatan barang-barang kerajinan dan anyaman 


Tuesday, 17 May 2016

Morfologi dan Anatomi Belanak - Laporan Praktikum

Morfologi dan Anatomi Belanak. Kali ini saya bakal membahas hasil praktikum mata kuliah Ikhtiologi dengan menggunakan ikan belanak. Dalam praktikum kali ini membahas tentang morfologi dan anatomi dari belanak. Sebelumnya, untuk mengetahui materi tentang Morfologi Ikan bisa dilihat disini!!
ikan belanak
  1. Bentuk tubuh    : Fusiform
  2. Bentuk mulut    : Terminal
  3. Bentuk ekor     : Truncate
Untuk penjelasan lebih lanjut bisa klik disini!!

Wednesday, 11 May 2016

Morfologi Ikan

Morfologi Ikan - Morfologi adalah penampakan luar bagian-bagian tubuh ikan. Tujuan dari pengamatan morfologi ikan adalah untuk memberikan gambaran dari bentuk luar ikan yang dapat digunakan sebagai cirri-ciri khusu ikan untuk dapat diidentifikasi. Morfologi tubuh eksternal ikan dibagi tiga bagian, yaitu bagian kepala, badan, dan ekor. Bagian luar tubuh ikan yang terlihat adalah mata, hidung, mulut, sirip, dan sisik.
morfologi luar ikan
Morfologi luar tubuh ikan

Bentuk Tubuh Ikan
Untuk mengetahui cara hidup ikan dapat diketahui dengan mengamati bentuk tubuh ikan. Bentuk tubuh ikan terdiri dari:
  1. Fusiform (torpedo) : memiliki bentuk tubuh yang ramping, potongan melintang, berbentuk elips, dan ekornya sempit. Ikan yang memiliki bentuk fusiform merupakan perenang cepat dan hidup di perairan terbuka. Contoh : tuna, selar dan kembung.
  2. Compressed (pipih) : memiliki bentuk tubuh pipih secara lateral dan pipih secara dorsoventral. Ikan yang memiliki bentuk ini berenang dengan kecepatan konstan, lambat pada kondisi biasa tetapi bila ada bahaya mampu berenang dengan cepat. Contoh : Ikan mas
  3. Depressed (pipih secara lateral) : ikan yang memiliki bentuk ini biasanya hidup di dasar perairan. Contoh : Ikan Pari Elang (Aeobatis narinari)
  4. Anguliform (seperti ular) : memiliki bentuk tubuh sangat panjang dan penampang lintang membundar. Contoh : Belut dan Sidat
  5. Filiform (seperti benang) : memiliki bentuk tubuh yang panjang seperti benang dan sangat tipis. Contoh : pada family Nemichtyuae.
  6. Taeniform (seperti pita) : terdapat pada family Trachyptery dan Trichiuridae
  7. Sangiliform (bentuk pipih) : memiliki bentuk yang memanjang dan sirip tunggalnya terletak jauh di belakang dekat sirip ekor. Contoh : Ikan Pike dari family Esocidae
  8. Globiform : memiliki kepala yang picak, badan yang membundar dan lonjong sert bagian ekor yang pipih. Contoh : Pada family Claridae dan Pengasiudae
bentuk tubuh ikan
Bentuk Tubuh Ikan 

Bentuk Mulut Ikan
Bentuk dan letak mulut merupakan penyesuaian terhadap makanan yang menjadi kesukaannya, sehingga dapat digunakan untuk pendugaan food and feeding behavior ikan.
Menurut Lagler et.al (1997), mulut ikan dibagi menjadi 4 tipe yaitu :
  1. Terminal, yaitu mulut ikan terletak di ujung depan kepala
  2. Subterminal, yaitu mulut ikan terletak di dekat ujung kepala ikan
  3. Superior, yaitu mulut ikan terletak dibagian batas kepala
  4. Inferior, yaitu mulut ikan terletak dibagian bawah kepala
bentuk mulut ikan
Bentuk Mulut Ikan

Bentuk Ekor
Menurut Effendi (1992), bentuk ekor akan berpengaruh terhadap variasi cara berenang ikan. Variasi sirip ikan ada 6 :
macam bentuk ekor ikan
Bentuk Sirip Ikan 
Bentuk Sisik
Menurut Rahardjo (1985), sisik merupakan rangka dermis, disebut demikian karena sisik dibentuk pada lapisan dermis. Fungsi dari sisik adalah sebagai pelindung tubuh dari lingkungan yang membahayakan. Sisik pada umumnya keras seperti keeping tulang yang tipis. Berdasarkan bentuk dan bahan yang dikandung didalamnya, sisik dapat dibagi menjadi 5 jenis :
  1. Sisik Ganoid : Sisik jenis ini tersusun atas garam-garam ganoid, bentuknya hampir seperi belah ketupat. Biasanya terdapat pada ikan yang bertulang rawan. Misalnya pada ikan Polyterus, Lepisostidae, Acipenceridae, dan Polyodontidae
  2. Sisik Cosmoid : Sisik jenis ini hanya terdapat pada jenis ikan fosil dan ikan primitive. Contohnya adalah pada ikan Latimeria chalumnae
  3. Sisik Placoid : Sisik jenis ini biasanya terdpat pada ikan yang bertulang rawan (Elasmobranchia). Berbentuk hampir seperti bunga mawar dengan dasar bulat atau bujur sangkar. Mempunyai bagian yang menonjol seperti duri yang keluar dari epidermis dan terletak menjauh ke belakang dibawah kulit
  4. Sisik Cycloid : Bentuk ini terdapat pada golongan ikan Teleostei, dimana terdapat pada golongan ikan berjari-jari sirip lemah (Malacopterygii) dan golongan ikan berjari-jari keras (Acanthopterygii). Berbentuk bulat, tipis transparan, mempunyai lingkaran, dan pada bagian belakang bergerigi.
  5. Sisik Ctenoid : Bagian-bagian sisik ctenoid pada dasarnya sama dengan sisik cycloid, kecuali bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi dengan ctenii (semacam gerigi kecil)

Warna Tubuh Ikan
Warna tubuh ikan juga merupakan alat penyesuaian diri terhadap lingkungan, terutama untuk menghindari diri dari hewan predator. Menurut Effendi (1988), warna tubuh ikan disebutkan oleh konfigurasi pada daerah sisik (cromatophore) dan pigmen pembawa warna biochrome :
  1. Carotenoid : kuning, merah, dan merah muda
  2. Chromolipoid : kuning sampai coklat
  3. Indigoid : biru, merah dan hijau
  4. Melanin : hitam dan coklat
  5. Flalin : kuning kehijau-hijauan
  6. Purin : putih keperakan
  7. Pterin : putih, kuning, merah dan jingga
  8. Porphyrin : merah, kuning, hijau, biru dan coklat

Letak Sirip Perut Terhadap Sirip Dada
Dibagi menjadi 4 yaitu :
  1. Abdominal : letak sirip perut jauh dibelakang sirip dada
  2. Sub abdominal : letak sirip perut sedikit dibelakang sirip dada
  3. Toracic : letak sirip perut sejajar sirip dada
  4. Yogular : letak sirip perut sedikit didepan sirip dada

morfologi sirip
Letak sirip perut terhadap sirip dada